IKLAN
Memuat slot top-leaderboard
BeritaPajak

Pensiun di Indonesia: Statistik Lansia dan Implikasi Pajak

30 Oktober 2025Ben Asmadeus

IKLAN
Memuat slot ad-top-article
Pensiun di Indonesia: Statistik Lansia dan Implikasi Pajak
Illustration of pension and tax discussion in Dapur DDTCNews programGambar: news.ddtc.co.id

Pada 30 Oktober 2025, DDTCNews meluncurkan edisi ketiga program siniar Dapur DDTCNews yang membahas pensiun serta aspek pajaknya. Program ini dipandu oleh editor Dian Kurniati, reporter Muhamad Wildan, dan ahli pajak Nora Galuh Candra Asmarani.

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pada 2024 penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 12 % dan diproyeksikan menjadi 20,31 % pada 2045, meningkatkan rasio ketergantungan lansia menjadi 17,76 pada 2024 (artinya 100 pekerja harus mendukung sekitar 18 lansia). Peningkatan ini menambah beban ekonomi pada tenaga kerja produktif dan memperluas fenomena sandwich generation (generasi yang menanggung anak dan orang tua).

Karena itu, pemahaman tentang mekanisme pajak atas iuran pensiun dan pencairan manfaat menjadi penting bagi wajib pajak. Penjelasan mengenai apakah iuran bulanan dikenai pajak dan bagaimana pajak diterapkan saat pensiun dapat membantu masyarakat mempersiapkan keuangan hari tua secara lebih matang.

IKLAN
Memuat slot ad-mid-article

Sumber: DDTCNews

Bagikan
XWhatsAppLinkedIn
IKLAN
Memuat slot ad-below-article